Kolaborasi TNI & Masyarakat: Meningkatkan Ketahanan Pangan di Belitung

by -2026 Views
Foto ; repro/setdabelitung
banner 468x60

DjossNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Belitung, Wakil Bupati (Wabup) Belitung, Syamsir, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang digagas oleh Batalyon Infanteri TP 845/Ksatria Satam.

Program ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kelompok Tani Rejo Sari dalam pengembangan tanaman cabai di Dusun Rejosari, Desa Membalong. Kunjungan ini berlangsung pada Senin (17/11/2025) lalu, dimana Wabup Syamsir meninjau langsung lahan pertanian yang tengah dikelola dalam rangkaian program tersebut.

banner 336x280

Wakil Bupati Belitung Dukung Program Ketahanan Pangan Berbasis Kemitraan

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Syamsir menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Batalyon TP serta Kelompok Tani Rejo Sari yang telah menginisiasi program ketahanan pangan berbasis kolaborasi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung berkomitmen untuk memperkuat berbagai program ketahanan pangan yang melibatkan kemitraan lintas sektor, baik itu antara pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.

“Kami menyambut baik kerja sama yang terjalin antara Batalyon TP dan Kelompok Tani Rejo Sari.

Inisiatif ini sangat relevan dengan upaya Pemerintah Daerah dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produksi hortikultura, dan menjaga stabilitas pasokan pangan untuk masyarakat,” ujar Wabup Syamsir dengan semangat.

Menguatkan Ketahanan Pangan Lewat Kolaborasi

Wabup Syamsir juga menekankan pentingnya pembaruan kelompok tani yang lebih terorganisir dan efisien. Ia meminta Kepala Desa Membalong untuk segera mempercepat proses pembaharuan kelompok tani serta membuat rincian anggaran biaya untuk budidaya tanaman cabai yang akan diusulkan ke Batalyon TP.

Hal ini penting agar program tersebut dapat terlaksana dengan lancar dan memiliki dampak yang nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di desa.

“Kolaborasi ini merupakan contoh nyata bahwa ketahanan pangan tidak hanya dapat dibangun melalui program pemerintah semata, tetapi juga melalui kemitraan yang saling mendukung antar sektor, termasuk TNI, masyarakat, dan pemerintah daerah.

See also  Laboratorium Lingkungan DLH Beltim Dapatkan Sertifikat Akreditasi

Dengan kemitraan ini, kita bisa menciptakan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat,” tambah Wabup Syamsir.

Batalyon Infanteri TP 845/Ksatria Satam, yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas di wilayah Belitung, melalui program ini tidak hanya berperan sebagai pihak yang memberikan pendampingan dan dukungan, tetapi juga aktif dalam proses pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Kerja sama ini menggambarkan sinergi yang sangat baik antara TNI dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat desa.

Peran TNI dalam Pembangunan Ketahanan Pangan Desa

TNI melalui Batalyon TP 845/Ksatria Satam memang telah lama menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya melalui pengembangan ketahanan pangan.

Program yang difokuskan pada pengembangan tanaman cabai di Desa Membalong ini, merupakan upaya untuk menjaga ketersediaan pangan lokal dan memperkuat perekonomian petani setempat.

“Program ketahanan pangan ini adalah bentuk nyata peran TNI dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat desa.

Kami berharap, hasil dari program ini dapat memperkuat perekonomian masyarakat, memberikan hasil yang maksimal, dan memastikan pasokan pangan untuk Kabupaten Belitung tetap terjaga,” kata Komandan Batalyon TP 845/Ksatria Satam, Letkol Berlian Prabowo, dalam kesempatan yang sama.

Sebagai instansi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, TNI dalam hal ini, memainkan peran strategis dalam mendorong dan memberdayakan kelompok tani.

Dengan program ini, TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pertahanan, tetapi juga ikut berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di bidang pertanian.

Mengatasi Tantangan Ketahanan Pangan dengan Inovasi

Ketahanan pangan menjadi isu yang sangat penting, terutama di tengah perubahan iklim dan tantangan ekonomi global.

Kabupaten Belitung sebagai daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan terbatasnya lahan pertanian, sangat memerlukan langkah-langkah inovatif untuk memperkuat sektor pertanian dan menjamin ketahanan pangan jangka panjang.

See also  HJKT Ke-187, Bupati Djoni ; Merenung dan Bulatkan Tekad

Wabup Syamsir mengakui bahwa sektor pertanian di Belitung masih memiliki beberapa kendala, seperti ketergantungan pada beberapa komoditas utama dan permasalahan dalam pengelolaan lahan yang terbatas.

Oleh karena itu, salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mendorong pengembangan tanaman hortikultura, seperti cabai, yang memiliki potensi pasar yang tinggi dan relatif mudah untuk dibudidayakan dengan teknologi yang tepat.

“Program ini tidak hanya sekadar upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga sebagai upaya untuk diversifikasi produk pertanian. Tanaman cabai ini sangat penting karena memiliki permintaan yang tinggi dan harga yang cukup stabil di pasar,” jelas Wabup Syamsir.

Dukungan Teknis dan Pendampingan oleh Pemerintah Daerah

Wabup Syamsir menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung siap memberikan pendampingan dan dukungan teknis kepada kelompok tani yang terlibat dalam program ketahanan pangan ini.

Pendampingan ini tidak hanya mencakup penyuluhan tentang cara budidaya yang efisien, tetapi juga meliputi fasilitasi dalam memperoleh akses ke pasar serta penerapan teknologi yang dapat meningkatkan hasil pertanian.

“Pemerintah daerah akan selalu hadir untuk memberikan fasilitasi dan pendampingan teknis, agar program ini dapat berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” kata Syamsir menegaskan.

Sebagai bagian dari upaya ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Efenly, juga turut mendampingi Wabup dalam kunjungan tersebut.

Ia memberikan arahan terkait perencanaan dan implementasi teknis terkait budi daya tanaman cabai serta mendiskusikan potensi pasar yang bisa dijangkau oleh petani setempat.

Program ini diharapkan dapat membawa manfaat langsung bagi ekonomi masyarakat, terutama bagi petani kecil yang membutuhkan dukungan dan akses pasar yang lebih baik.

Meningkatkan Sinergi Antar Sektor untuk Ketahanan Pangan yang Lebih Kuat

See also  Gempa di Myanmar, Militer Myanmar Tembaki Konvoi Palang Merah China yang Bawa Bantuan Gempa

Kunjungan Wabup Syamsir ke Dusun Rejosari, Desa Membalong, menegaskan pentingnya sinergi antar sektor dalam pembangunan ketahanan pangan. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dan masyarakat menjadi sangat krusial dalam menghadapi tantangan ini.

“Kami berharap program ketahanan pangan ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

Ini adalah bentuk konkret dari kemitraan yang saling mendukung antara sektor pertanian dan sektor pertahanan, untuk mencapai tujuan bersama yaitu ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Syamsir.

Program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Batalyon TP 845/Ksatria Satam dan Kelompok Tani Rejo Sari ini adalah bukti nyata bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang pasokan pangan yang cukup, tetapi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam mencapainya.

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, manajemen yang baik, dan kolaborasi antar sektor, program ini berpotensi untuk memberikan dampak yang besar dalam meningkatkan kualitas hidup petani dan memperkuat perekonomian lokal.

Ke Depan: Membangun Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Sebagai langkah strategis, program ketahanan pangan ini bukan hanya akan memberikan hasil dalam jangka pendek, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan yang dapat menjamin ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Belitung, bersama dengan TNI dan masyarakat, akan terus bekerja bersama untuk memastikan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Kedepannya, program serupa akan terus didorong untuk dikembangkan di daerah-daerah lain di Kabupaten Belitung, dengan tujuan memperkuat sektor pertanian lokal dan menciptakan ketahanan pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. | DjossNews.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280
DILARANG mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin REDAKSI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.