Membangun Ketahanan Pangan Melalui Inovasi & Perubahan Mindset di Belitung

by -2032 Views
Foto ; repro/setdabelitung
banner 468x60

DjossNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Belitung melalui langkah nyata yang dilakukannya pada acara panen raya yang digelar di Kelompok Tani Agro Kerupu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Rabu (07/01/2026) lalu.

Dalam acara yang dilakukan melalui Zoom Meeting bersama Presiden Republik Indonesia, Bupati Djoni tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan pola pikir dalam cara kita melihat dan mengelola sektor pertanian.

banner 336x280

Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., Pimpin Perubahan dalam Sektor Pertanian

Acara panen raya ini menjadi sangat penting, karena selain memperlihatkan keberhasilan dalam mengelola pertanian lokal, juga mengumumkan pencapaian dalam upaya swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Djoni menekankan pentingnya perubahan mindset dalam dunia pertanian yang selama ini seringkali hanya terfokus pada upaya memperluas lahan tanam tanpa memikirkan hasil akhirnya, yaitu produktivitas yang sesungguhnya.

“Mindset kita harus berubah. Jika dulu kita terlalu fokus pada luasnya lahan yang digarap, sekarang kita harus menilai dari hasil akhirnya, yaitu berapa banyak hasil yang kita peroleh dari lahan tersebut. Ini yang harus menjadi ukuran keberhasilan kita,” tegas Bupati Djoni dalam sambutannya.

Mengubah Mindset: Fokus pada Hasil, Bukan Hanya Luas Tanam

Perubahan pola pikir atau mindset yang dimaksud oleh Bupati Djoni merujuk pada pandangan yang lebih realistis dan berbasis hasil.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian sering kali terjebak pada program-program yang mengutamakan perluasan lahan dan jumlah hektar yang digarap, tanpa memperhitungkan sejauh mana lahan tersebut dapat menghasilkan.

Hal ini membuat beberapa daerah, termasuk Belitung, mengalami penurunan produksi meski luas lahan pertanian terus diperluas.

“Sekarang kita harus menilai hasil akhir, berapa banyak produksi yang dihasilkan, bukan hanya berapa luas lahan yang kita kerjakan. Itu yang harus menjadi tujuan kita ke depan,” tambahnya.

See also  Pemkab Belitung Terima Hibah BMN & Fasilitas Umum, Perkuat Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Djoni juga menyampaikan keprihatinannya mengenai penurunan produksi padi yang terjadi hingga hampir 40%. Dalam menghadapi tantangan ini, Bupati Djoni mengusulkan pembentukan Bank Data yang terintegrasi.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi ketidaksinkronan data yang selama ini terjadi antara instansi terkait, sehingga pemangku kebijakan bisa melakukan intervensi lebih cepat dan tepat ketika ada penurunan hasil produksi.

“Data tentang luas lahan dan hasil pertanian harus diperbarui setiap triwulan. Tanpa data yang terpelihara dengan baik, pemerintah akan kehilangan banyak waktu untuk segera memperbaiki kondisi apabila terjadi penurunan produksi di akhir tahun,” ujarnya.

Inovasi sebagai Kunci Peningkatan Produktivitas Pertanian

Meskipun kondisi geografis Belitung yang memiliki tantangan tertentu, Bupati Djoni tetap optimis bahwa inovasi dan kemajuan teknologi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah ini.

Beliau memberikan contoh konkret bagaimana daerah-daerah lain, yang memiliki kondisi geografis yang tidak jauh berbeda dengan Belitung, kini telah berhasil meningkatkan hasil pertaniannya secara signifikan.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan frekuensi panen dari yang sebelumnya hanya sekali setahun, kini bisa menjadi tiga kali setahun.

“Saya percaya kita tidak kekurangan inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Negara-negara yang tidak memiliki kondisi alam yang ideal sekalipun, dengan rekayasa teknologi, dapat menumbuhkan tanaman yang diinginkan.

Mengapa kita tidak bisa?,” ujar Bupati Djoni dengan penuh keyakinan.

Keberhasilan pertanian di daerah lain yang telah mengimplementasikan teknologi canggih dalam sistem irigasi, pemupukan, dan penggunaan bibit unggul, menjadi contoh inspiratif bagi petani di Belitung untuk mulai beradaptasi dengan teknologi pertanian yang lebih modern.

Dengan teknologi, produktivitas dapat meningkat meskipun lahan yang tersedia terbatas atau kondisi alam tidak sepenuhnya mendukung.

See also  Mister Bentong ; Bawa Inovasi Jamu Tradisional, Pilihan Baru Kesehatan Urban

Bupati Djoni juga menegaskan pentingnya menggunakan teknologi dalam upaya pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan sistem irigasi otomatis, aplikasi untuk pemantauan kesehatan tanaman, serta teknologi pemupukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Diversifikasi Sektor Pertanian

Selain berfokus pada sektor pertanian padi, Bupati Djoni juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara sektor pertanian padi dan perkebunan sawit.

Selama ini, banyak daerah yang terlalu terfokus pada satu sektor saja, yang akhirnya membuat ketergantungan terhadap satu komoditas. Hal ini berisiko terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah yang menjadi rapuh saat harga pasar komoditas tersebut merosot.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara sektor padi dan perkebunan sawit. Sektor perkebunan memang penting, tapi jangan sampai mengabaikan produksi beras yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Kita harus memikirkan ketahanan pangan lokal dalam jangka panjang,” jelas Bupati.

Dengan keberagaman sektor pertanian yang lebih terkelola dengan baik, Kabupaten Belitung dapat memastikan ketahanan pangan lokal tetap terjaga dan tidak tergantung sepenuhnya pada sektor perkebunan atau komoditas ekspor lainnya.

Ini juga menjadi strategi untuk mendiversifikasi perekonomian daerah agar lebih stabil.

Kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakat: Menyelesaikan Masalah di Lapangan

Selain berbicara tentang perubahan mindset dan penerapan teknologi, Bupati Djoni juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya para petani.

Untuk itu, beliau memberikan instruksi kepada jajaran Dinas Pertanian untuk tidak hanya bekerja secara seremonial atau di balik meja, tetapi untuk terjun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan dan kendala yang dihadapi para petani, serta memberikan solusi yang nyata.

“Saya harap semua OPD, khususnya Dinas Pertanian, tidak hanya melakukan tugas seremonial atau administratif. Mereka harus turun ke lapangan, merasakan kesulitan petani, dan mencari solusi yang dapat diterapkan secara langsung,” ujar Bupati.

See also  Optimalkan Penerimaan Pajak, Bupati Belitung Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan DJP & DJPK

Dialog antara Bupati Djoni dan petani pada acara panen raya ini menjadi sarana yang sangat penting dalam membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat.

Mendengarkan langsung keluhan petani akan membantu pemerintah untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, dengan memberikan semangat dan motivasi kepada para petani, Bupati berharap para petani akan semakin terinspirasi untuk terus bekerja keras dan berinovasi dalam mengelola pertanian.

“Mari kita terus bersinergi, karena suksesnya pertanian ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, saya yakin kita bisa membawa Belitung menuju ketahanan pangan yang lebih kuat,” ujar Bupati Djoni di akhir acara.

Membangun Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Belitung

Acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan yang berlangsung di Desa Cerucuk ini menunjukkan komitmen Bupati Djoni Alamsyah Hidayat dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Belitung.

Dengan fokus pada perubahan mindset, penerapan inovasi teknologi, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Belitung berpotensi untuk menjadi contoh daerah yang berhasil menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Bupati Djoni juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Belitung untuk bekerja lebih maksimal sesuai dengan parameter hasil akhir yang nyata, yaitu peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.

Inilah saatnya bagi Belitung untuk mengembangkan sektor pertaniannya secara lebih modern dan berkelanjutan, demi kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan langkah-langkah yang jelas dan berbasis data, serta semangat kolaborasi antara semua pihak, Kabupaten Belitung dapat memanfaatkan peluang untuk menjadi daerah yang lebih mandiri dalam sektor pangan, meningkatkan kualitas hidup petani, dan berkontribusi lebih besar dalam ketahanan pangan nasional. | DjossNews.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280
DILARANG mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin REDAKSI.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.