Belitung Matangkan Penataan Perkotaan dengan Pendanaan World Bank

by -2333 Views
Foto ; repro/setdabelitung
banner 468x60

DjossNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Pemerintah Kabupaten Belitung sedang menyusun langkah besar untuk melakukan penataan kawasan perkotaan yang melibatkan empat zona prioritas.

Rencana ambisius ini kini tengah memasuki tahap verifikasi lapangan, sebagai persiapan untuk memperoleh dukungan pendanaan dari Bank Dunia (World Bank) melalui program *National Urban Transformation Project* (NUTP).

banner 336x280

Rencana ini diyakini akan membawa perubahan besar bagi wajah Belitung, baik dari segi ekonomi, infrastruktur, maupun kesejahteraan masyarakat.

Penataan Kawasan Perkotaan untuk Menghadirkan Transformasi Ekonomi

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki tujuan jangka panjang yang sangat strategis.

Dengan luas kawasan yang diprioritaskan untuk penataan berkisar antara 50 hingga 70 hektare per zona, penataan ini akan mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pembangunan kawasan komersial, fasilitas publik, hingga infrastruktur transportasi yang lebih baik.

Penataan ini diharapkan tidak hanya mengubah struktur fisik kota, tetapi juga mengubah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Belitung.

“Desain teknis untuk setiap zona sudah rampung. Sekarang fokus kita adalah memastikan desain ini bisa diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik, dan kami memerlukan dukungan pendanaan internasional untuk itu,” ujar Bupati Djoni dalam wawancaranya dengan awak media di kawasan Pantai Tanjung Pendam, Belitung pada Selasa sore beberapa waktu lalu.

Proyek ini direncanakan untuk mendapat pendanaan sekitar 2 juta USD, dengan sebagian besar pendanaan akan disalurkan melalui Bank Dunia dan program NUTP.

Dukungan ini bukan hanya soal keuangan, tetapi juga melibatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, seperti konsultan ahli, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan bahkan pihak internasional seperti UNDP.

Pemerintah Kabupaten Belitung berharap bahwa proyek ini dapat menjadi model transformasi kota yang berkelanjutan dan inklusif.

See also  Cek Pemeliharaan Drainase Pasar Hatta ; Wabup Syamsir Tanggapi Aduan Transparan & Terbuka

Empat Zona Prioritas dengan Fokus pada Pusat Aktivitas Ekonomi dan Sosial

Proyek ini mengusung desain yang sangat ambisius, dengan penataan empat zona utama yang melibatkan area dengan potensi besar, baik dari segi ekonomi maupun budaya.

Salah satu zona yang menjadi sorotan utama adalah kawasan Tanjung Pendam, yang direncanakan akan menjadi pusat aktivitas yang komprehensif.

1. Kawasan Komersial: Pengembangan Pusat Kuliner dan Perhotelan

Tanjung Pendam, yang terkenal dengan pesona pantainya, akan dijadikan kawasan komersial yang menggabungkan pengembangan hotel berbintang, pusat kuliner, serta berbagai fasilitas lain yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Desain yang diusulkan mengutamakan integrasi antara alam dan bangunan modern, sehingga area ini bisa menjadi destinasi utama yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

2. Fasilitas Publik: Mewujudkan Ruang Terbuka yang Ramah bagi Masyarakat

Pembangunan fasilitas publik juga menjadi salah satu prioritas utama.

Rencana tersebut mencakup pembangunan jogging track, teater pertunjukan, serta area flora yang dapat menjadi ruang terbuka hijau bagi warga setempat. Dengan fasilitas ini, diharapkan masyarakat Belitung akan lebih mudah mengakses ruang publik yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan olahraga.

3. Integrasi Transportasi: Meningkatkan Aksesibilitas dan Konektivitas

Pentingnya transportasi yang terintegrasi menjadi fokus dalam desain penataan kawasan ini. Pemerintah Kabupaten Belitung berencana melakukan penataan pelabuhan rakyat agar tetap terakomodasi dalam kawasan Tanjung Pendam yang baru.

Dengan adanya peningkatan infrastruktur transportasi, diharapkan dapat memperlancar konektivitas antar kawasan, sehingga mempermudah pergerakan barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemindahan Pelabuhan Perikanan untuk Kawasan Terpadu

Pemerintah Kabupaten Belitung juga tengah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait rencana pemindahan Pelabuhan Perikanan Nusantara ke area Musang, yang akan dijadikan kawasan terpadu bersama Angkatan Laut.

See also  Bupati Belitung Rotasi 8 Pejabat Eselon 2 & Direktur RSUD

Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan akan kawasan yang lebih efisien dan modern, yang dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Keterlibatan Internasional dalam Penataan Kota

Selain melibatkan kementerian dalam negeri, proyek besar ini juga melibatkan beberapa lembaga internasional, termasuk UNDP dan World Bank. Ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah.

Pendanaan dari Bank Dunia dalam kerangka National Urban Transformation Project (NUTP) diharapkan dapat memberikan dorongan yang signifikan bagi kelancaran proyek penataan ini.

Bupati Djoni Alamsyah Hidayat mengungkapkan harapannya terhadap proyek ini: “Dengan bantuan dari pihak internasional, kita dapat mewujudkan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pendongkrak ekonomi kota.

Proyek ini adalah representasi dari harapan masyarakat Belitung untuk memiliki kota yang modern, maju, dan berdaya saing.”

Peninjauan Lapangan dan Kesiapan Teknis

Sebagai bagian dari tahapan verifikasi lapangan, tim yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk konsultan ahli dan tim dari Bank Dunia, telah melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi strategis yang akan diprioritaskan dalam pembangunan.

Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan teknis sebelum pembangunan fisik dimulai. Beberapa kawasan yang sudah ditinjau meliputi:

* Pelabuhan Perikanan Nusantara, yang direncanakan akan dipindahkan ke Musang.
* Pasar Tradisional, yang akan direvitalisasi untuk memberikan suasana yang lebih nyaman dan modern bagi para pedagang dan pengunjung.
* Sungai Siburik, yang akan diperbaiki sebagai bagian dari penataan kawasan hijau dan ruang terbuka.
* Bundaran Satam, yang akan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial.
* Hotel Billiton, yang akan menjadi salah satu pusat penginapan utama bagi wisatawan.
* Pantai Tanjung Pendam, yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata terintegrasi dengan fasilitas umum.
* Kampung Amau, yang akan mengalami penataan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

See also  Hindari Kecurangan, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Awasi Proses SPMB Secara Ketat

Strategi Pembiayaan dan Harapan ke Depan

Proyek penataan kawasan perkotaan Belitung ini bukan hanya sekadar soal pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan total anggaran sekitar 2 juta USD, program ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan pengawasan yang ketat agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Belitung telah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk memastikan proyek ini sukses dan dapat membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.

Djoni Alamsyah Hidayat, Bupati Belitung, mengungkapkan, “Keberhasilan proyek ini akan menjadi model bagi daerah lain dalam melakukan transformasi kota secara berkelanjutan.

Kami ingin memastikan bahwa Belitung bisa menjadi kota yang tidak hanya indah dan modern, tetapi juga inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.”

Menyongsong Belitung yang Lebih Maju dan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Belitung, dengan dukungan dari berbagai pihak, sedang melangkah menuju transformasi kota yang lebih modern dan berkelanjutan.

Penataan kawasan perkotaan dengan empat zona prioritas ini bukan hanya bertujuan untuk memperindah Belitung, tetapi juga untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan pendanaan dari Bank Dunia melalui program NUTP dan kolaborasi lintas sektor, Belitung memiliki peluang besar untuk menjadi contoh kota yang sukses dalam penerapan pembangunan perkotaan yang ramah lingkungan, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. | DjossNews.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280
DILARANG mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin REDAKSI.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.