Desa Badau ; Potensi Wisata Alami Belitung yang Siap Mengguncang Dunia Pariwisata

by -2288 Views
Foto ; repro/diskominfo
banner 468x60

DjossNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, menegaskan keyakinannya bahwa Desa Badau bisa menjadi wajah baru bagi wisata alam di Belitung. Hal ini disampaikan dalam pidato pembukaan Festival Batu Mentas dan Peringatan Hari Jadi Desa Badau ke-172 yang digelar pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Bupati Djoni, yang dikenal dengan gagasan progresifnya, mengungkapkan bahwa Badau memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan: keindahan alam yang masih alami, budaya yang kaya, serta masyarakat yang peduli dan ramah terhadap keberlanjutan lingkungan.

banner 336x280

Dengan latar belakang tersebut, Bupati Djoni optimis bahwa desa ini akan menarik minat wisatawan yang mencari ketenangan jauh dari keramaian kota.

“Desa Badau bisa menjadi destinasi pariwisata alami Belitung, dengan segala keindahan alam dan budaya yang dimilikinya. Ini bukan hanya soal menarik pengunjung, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya lokal,” ujar Bupati Djoni dalam pidatonya.

Pernyataan Bupati Djoni ini semakin menguatkan visi besar pemerintah daerah untuk menjadikan Belitung sebagai “Blue Carbon Island,” pulau penyerap karbon yang diharapkan bisa mendukung kelestarian lingkungan sekaligus menarik lebih banyak wisatawan yang peduli dengan isu perubahan iklim.

Konsep ini, yang juga sedang diimplementasikan di beberapa daerah lainnya, diharapkan bisa menjadi model baru pariwisata berbasis keberlanjutan.

Menelusuri Potensi Desa Badau

Desa Badau tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan budaya dan tradisi yang terpelihara dengan baik. Kepala Desa Badau, Irawan Sumantri, memaparkan bahwa peringatan Hari Jadi Desa Badau sekaligus Festival Batu Mentas menjadi sarana penting untuk memamerkan potensi lokal yang luar biasa.

“Badau tidak hanya dikenal sebagai penghasil nanas, tetapi juga sebagai pusat pengrajin parang yang sudah melegenda. Kami punya objek wisata Batu Mentas, danau kaolin yang memukau, serta seni tradisional Beripat Beregong yang masih dijaga hingga kini,” ungkap Irawan dengan bangga.

See also  Bupati Belitung Rotasi 8 Pejabat Eselon 2 & Direktur RSUD

Festival Batu Mentas, yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan tersebut, menyuguhkan beragam atraksi menarik yang menggabungkan alam, seni, dan budaya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kuliner tradisional *lepat putih*, makanan khas yang menggambarkan kearifan lokal Badau.

Selain itu, Desa Badau juga mencatatkan prestasi dalam dokumentasi sejarah dan budaya melalui penerbitan buku berjudul *Kampong Kamek Badau*.

Buku ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam tentang potensi desa serta memperkaya literasi masyarakat tentang Badau, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pariwisata Berkelanjutan: Menjaga Alam, Meningkatkan Ekonomi

Dari sisi pembangunan pariwisata, Desa Badau memiliki peluang besar untuk menjadi model pariwisata berkelanjutan. Pendekatan yang mengutamakan keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat sangat relevan dalam konteks tren global yang semakin mengutamakan keberlanjutan.

Salah satu langkah konkret yang bisa diambil adalah pengembangan pariwisata berbasis ekowisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Bupati Djoni menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan budaya. Hal ini tidak hanya untuk mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga sebagai tanggung jawab kolektif dalam melestarikan warisan yang sudah ada.

Badau, dengan berbagai potensi yang dimilikinya, kini tengah berada di persimpangan jalan untuk menentukan masa depannya: apakah akan tetap menjadi desa yang terisolasi atau akan tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata andalan Belitung yang mendunia?

“Pariwisata yang berbasis pada kelestarian alam adalah jalan ke depan. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku usaha, saya yakin Badau bisa mencapai potensi terbaiknya,” kata Bupati Djoni, menutup pernyataannya.

See also  Cek Pemeliharaan Drainase Pasar Hatta ; Wabup Syamsir Tanggapi Aduan Transparan & Terbuka

Dengan segala potensi yang dimilikinya, Desa Badau layak untuk mendapatkan perhatian lebih dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, agar keindahan alam dan budaya yang ada dapat dinikmati oleh generasi mendatang, sembari tetap mendukung kemajuan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.

banner 336x280
DILARANG mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin REDAKSI.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.